LANGKAT,SUARA24.COM- Belasan warga dari lima desa di Kecamatan Bahorok resah, pasalnya, hingga saat ini kasus pencurian hewan ternak lembu warga Kecamatan Bahorok yang awalnya sudah dilaporkan ke Polsek Bahorok oleh korban bernama Sastrawan dengan Nomor : LP/11/II/2022/SU/LKT/SEK-BAHOROK sejak tanggal 11 Februari 2022, masih menjadi tandatanya besar bagi warga di 5 Desa Kecamatan Bahorok.
Adapun kasus pencurian ternak tersebut berada di kawasan lahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT.Langkat Nusantara Kepong (LNK) tepatnya di Dusun II Pondok Atas Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat
Dimana sebelumnya kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polres Langkat dengan Nomor : STPLP/B/289/III/2022/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT oleh Katiman (59) warga Dusun III Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat dengan terlapor berinisial Srt alias Bel (41) warga Dusun II Pondok Atas Desa Perkebunan Bukit Lawang Kecamatan Bahorok.
Namun sejauh ini terlapor belum ditangkap oleh penyidik Polres Langkat. Padahal, terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Hal ini disampaikan perwakilan warga dari 5 desa yang mulai resah karena tersangka belum ditangkap dan kasus pencurian ternak lembu semakin meningkat diantaranya bernama Jeki Sitepu dan Ginting serta para terlapor dan beberapa warga lainnya kepada awak media, Kamis (16/6/2022) di Polres Langkat.
Menurutnya,selama ini isu yang berkembang di wilayah Bukit Lawang Kecamatan Bahorok pelaku hingga saat ini masih berkeliaran dan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum
Sebab, kata warga, para pelaku yang diduga disebut-sebut merupakan bagian dari pihak security perusahaan asal Malaysia itu seperti sudah memiliki hubungan khusus dengan oknum-oknum di jajaran penegak hukum setempat.
“Laporan kita aja gak ditindaklanjuti bahkan diarahkankan untuk dilimpahkan ke Polres Langkat. Setiap warga melapor pencurian ternak selalu diarahkan ke Polres. Sehingga warga enggan membuat laporan ke Polisi dan lebih memilih melaporkan ke Kades setempat,” ujar warga.
Menurut warga, lambannya melakukan penangkapan terhadap tersangka, semakin membuat warga yakin jika selama ini oknum-oknum polisi seperti main mata.
“Sejak pelaporan kita pada bulan Februari 2022 lalu ke Polsek Bahorok dan dilimpahkan ke Polres Langkat, terlapor tidak dilakukan penangkapan. Jadi kasus pencurian lembu di desa kami semakin meningkat dan ada mencapai 20 kasus,” ujar warga.
Atas lambannya penangan laporan pencurian hewan ternak lembu tersebut, warga kembali mendatangi penyidik Unit I Pidum Polres Langkat. Bahkan, warga sudah menyiapkan berkas yang sudah ditandatangani oleh 5 Kepala Desa untuk melaporkan penyidik ke Provam Polda Sumut.
Dimana saat perwakilan warga dan terlapor, menemui penyidik Aipda Yudi Sentosa berkilah jika kasusnya masih terus ditangani.
“Percayalah dengan kami, kasusnya kita tangani terus. Dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat Iptu Herman Sinaga saat dikonfirmasi rekan awak media terkait lambannya penanganan kasus pencurian ternak lembu tersebut, yang ditangani penyidik Aipda Yudi, melalui WhatsApp, Kamis (16/6/2022) mengatakan jika kasusnya masih ditangani penyidik.
“Kemarin antara korban dan terlapor sudah mengadakan mediasi untuk menyelesaikan masalahnya. Tapi tidak tercapai kesepakatan, Bang. Selain itu, tersangka masih kooperatif Bang kata penyidik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK saat dikonfirmasi terkait lambannya penyidikan tersebut yang menyebut pihak Polsek Bahorok sering menolak laporan warga yang kehilangan lembu, langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Bahorok.
“Siap komandan. Sampai saat ini belum ada korban kehilangan lembu yang kami tolak Komandan. Mohon izin komandan,” ujar Kapolsek Bahorok menjawab koordinasi dengan Kapolres Langkat.
Saat disebutkan jika pihak Polsek Bahorok sering menolak laporan kehilangan lembu dan kerap meminta kepada masyarakat untuk melaporkan langsung ke Polres Langkat, Kapolsek berjanji akan menerima laporan warga yang kehilangan ternak.
“Siap komandan…Kami pastikan kalau ada yang melaporkan kehilangan lembu pasti kami terima pengaduannya Komandan,” ujarnya sembari Kapolres mengucapkan terimakasih kepada awak media Topmetro.news. (T)
