Kanit Serse polsek Secanggang Ipda Adi Arfin saat dikonfirmasi awak media suara24.com melalui via WhatsApp membenarkan peristiwa tersebut
“Ada bg, TSK masih melarikan diri sedang upaya kita tangkap,” cetusnya Sabtu, 16/10/2021, pukul 09.30 WIB, kepada awak media.
Menurut informasi dirangkum rekan awak media beritanasional.id, keluarga korban mengatakan, peristiwa ini terjadi berawal dari berinisial AD mendatangi rumah korban, dan terjadilah percekcokan mulut. Padahal, kedua yang bertikai tersebut merupakan jiran tetangga, atau kedua rumah mereka berhadapan muka, dan hanya dibatasi dengan jalan aspal/pasar
Aparat pemerintahan desa dan warga sempat yang mengetahui hal itu, dan melerai percekcokan tersebut. Akhirnya berhasil dilerai warga, termasuk orangtua dari AD
Selanjutnya datang adik dari AD, berinisial RB membawa kelewang dan masuk kerumah melakukan pembacokan terhadap korban.
Murniati (42) istri korban menuturkan, kalau dirinya sempat menghalang pelaku untuk tidak melakukan pembacokan lagi dengan cara membentangkan/merentangkan tangan dengan posisi melindungi tubuh suaminya (korban)
“Aku berteriak minta tolong saat itu, dan melindungi suamiku agar tidak dibacok lagi,” ungkap Murniati di salahsatu rumah sakit dikota stabat.
Masih menurut Murniati, dalam situasi suami saya terluka, datang kembali AD abang kandung RB (pelaku) Saya pikir AD yang datang membawa samurai mau membacok suamiku, namun tidak, melainkan merangkul adiknya RB dan membawa keluar dari rumahku, ucapnya.
Setelah sampai di Puskesmas Secangang, pihak perawat mengatakan tidak sanggup untuk merawat suamiku, dan akhirnya kami minta tolong agar pihak Puskemas mengantarkan suami, ke RS Surya di Kota Stabat, menggunakan mobil ambulan. (T/R)






