LangkatSumut

Dugaan Pemotongan BLT Oleh Oknum Incumbent Kepala Desa Rumah Galoh Menjadi Sorotan

LANGKAT,SUARA24.COM- Dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diduga oknum Calon Kades Rumah Galuh (incumbent) berinisial JG menjadi sorotan publik.

Pasalnya Saat dikonfirmasi ulang terkait kebenaran adanya pembagian BLT pada 9 Mei 2022 lalu. JG mantan Kepala Desa Rumah Galuh yang saat ini kembali mengikuti kompetisi pencalonan Kepala Desa (Kades) itu, membenarkan ada pembagian BLT.

“Iya, memang ada pembagian BLT,”ucapnya kepada awak media, saat di konfirmasi. melalui via telepon

Lanjutnya ketika ditanya kembali oleh Suara24.com terkait bantuan BLT kenapa di pecah, dirinya enggan menjawab pertanyaan itu. “Sebentar saya lagi ada Tamu,” ketus JG, seperti orang tegesa-gesa dengan mematikan via telefon seluler konfirmasi tersebut, Kamis (9/6/2022) sekira Pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya berita yang dikutip dari Topmetro.news dugaan potongan BLT

Pemotongan dana BLT dan hanya memberikan ke warga penerima sebasar Rp200 ribu dari yang seharusnya Rp900 ribu per warga penerima dibenarkan oknum Calon Kades incumbent JG.

“Memang benar. Hal itu saya lakukan karena masih banyak warga Desa Rumah Galuh yang miskin tapi tidak mendapat BLT. Jadi biar merata semua dapat, ya potongan itu saya bagikan ke warga semua yang jumlahnya mencapai 800 orang. Mereka gak komplain kok, mereka senang bs kebagian juga,” dalih JG.

JG juga sempat komplain karena konfirmasi tidak secara langsung. “Apa konfirmasi lewat HP bisa dijadikan hasil konfirmasi di dalam berita? Seharusnya kalau mau konfirmasi secara langsung,” kilahnya kendati sudah dijelaskan bahwa tidak ada larangan untuk konfirmasi lewat sarana HP, Selasa (07/6/2022).

Oknum Calon Kades Rumah Galuh incumbent yang juga sebagai Ketua APDESI Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat ini awalnya tetap keukeuh jika pemotongan dana BLT tersebut sudah disetujui warga penerima. “Surat pernyataan warga penerima kalau mereka tidak keberatan juga ada. Jadi dari mana pulak warga merasa keberatan,” elaknya.

Kendati JG berkilah jika potongan dana BLT tersebut sudah ada surat pernyataan warga penerima, namun saat diminta bukti surat persetujuan warga penerima itu tidak kunjung diberikan meski hanya dikirim melalui foto lewat aplikasi WhatsApp.

Namun apa yang disampaikan oknum Calon Kades Rumah Galuh berinisial JG ini ternyata hanya akal-akalan saja untuk menutupi aibnya. Sebab informasi terbaru yang diterima dari warga melalui Aliansi Langkat Bersatu (ALB) mengatakan bahwasannya awalnya warga penerima tidak mengetahui jika uang yang dibagikan oknum Kades JG tersebut merupakan dana BLT. Sebab menurut warga penerima uang yang diberikan JG merupakan dana pribadinya.

“Warga gak tau kalau uang Rp200 ribu yang dibagikan Kades Rumah Galuh itu bersumber dari dana BLT. Karena dari keterangan warga, JG mengatakan bahwa uang yang diberikan ke warga merupakan uang pribadinya,” ujar Koordinator ALB BGGinting kepada topmetro.news dan awak media lainnya, Rabu (08/6/2022).

Selain itu, informasi terbaru lainnya bahwa oknum Kades Rumah Galuh JG terkait pemberitaan sebelumnya, Rabu (08/6/2022) pagi disebut-sebut memanggil para perangkat desa (para Kadus-red). “Yang intinya agar Kadus menemui warga penerima di masing-masing dusun di wilayah Desa Rumah Galuh untuk menandatangani surat tidak keberatan pemotongan dana BLT. Ada apa ini?” tanya BGGinting heran.

Sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa Koordinator Aliansi Langkat Bersatu (ALB) BGGinting minta Kejari Langkat untuk memeriksa oknum Kades Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Menurut Koordinator ALB BGGinting, oknum Kades Rumah Galuh berinisial JG ini telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai Aparatur Desa diduga melakukan pungli dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dibagikan pada tanggal 9 Mei 2022 pukul 14.00 WIB dari pemerintah.

“Seharusnya seorang Kades selaku pamong desa sekaligus aparatur desa yang seharusnya mengayomi dan berupaya untuk mensejahterakan warganya, kok malah melukai hati warganya dengan cara diduga melakukan pungli BLT warga yang memang berhak menerima secara utuh. Hak orang susah kok dipungli,” ujar Koordinator dan Admin ALB BGGinting kepada topmetro.news, Minggu (05/6/2022).

Oknum JG ini nekat diduga melakukan pungli BLT dengan cara memotong dana bantuan yang seharusnya diterima warga Rp900 ribu per warga penerima BLT. Namun oknum JG hanya menyerahkan dana BLT kepada warga penerima hanya senilai Rp200 ribu.

“Dimana moralitas oknum JG ini sehingga sanggup ‘memakan’ hak warga miskin. Jadi kita berharap Kejari Langkat atau Polres Binjai segera menindaklanjuti informasi ini sehingga para Kades/Calon Kades di Kabupaten Langkat ini tidak main-main lagi dalam menggunakan anggaran serta tidak melakukan pungli terhadap warga miskin,” tandasnya.(T/RH)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close