JAKARTA – Menjelang pergantian tahun ke 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Hingga hari ini, Rabu (24/12/2025), proses pencairan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bank Himbara masih terus berlangsung untuk mengejar target realisasi 100% anggaran.
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima saldo masuk, disarankan untuk segera melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri guna memastikan data tidak terblokir atau bermasalah.
Cara Cek Status Penerima Terbaru
Pengecekan status penerima bansos kini semakin mudah dan transparan. Masyarakat tidak perlu datang ke kantor dinas, melainkan cukup menggunakan ponsel. Berikut langkah-langkah pengecekan data terbaru per Desember 2025:
-
Buka laman resmi [tautan mencurigakan telah dihapus] melalui browser HP atau komputer.
-
Masukkan data wilayah penerima manfaat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan).
-
Ketik nama lengkap penerima manfaat sesuai KTP.
-
Masukkan kode captcha (huruf kode) yang tertera pada kotak layar.
-
Klik tombol “CARI DATA”.
Arti Status pada Hasil Pencarian
Jika nama Anda terdaftar, sistem akan menampilkan tabel berisi data diri dan jenis bantuan. Perhatikan kolom “Status” dan “Periode”:
-
Status (Ya): Artinya Anda terkonfirmasi sebagai penerima sah.
-
Keterangan (Proses Bank Himbara/PT Pos): Artinya dana sedang dalam proses transfer atau surat undangan sedang disiapkan.
-
Periode (Nov-Des 2025): Ini adalah indikator paling penting. Jika kolom periode sudah berubah menjadi “Nov-Des 2025” atau “Triwulan 4”, maka bantuan tahap akhir tahun ini siap dicairkan atau sudah masuk rekening.
Waspada Data “Gagal Salur”
Pihak Kemensos mengingatkan bahwa validasi data dilakukan setiap bulan. Jika saat dicek nama Anda tidak muncul atau statusnya berubah menjadi “Tidak”, ada kemungkinan Anda terkena graduasi alamiah (meninggal dunia, pindah tanpa lapor) atau dianggap sudah mampu (tidak memenuhi syarat) berdasarkan pemutakhiran data geospasial terbaru.
“Kami meminta KPM yang merasa masih layak namun bantuannya terhenti untuk segera melapor ke pendamping PKH atau operator SIKS-NG di kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP dan KK asli untuk sinkronisasi data,” ujar perwakilan Humas Kemensos dalam keterangannya.
Himbauan Akhir Tahun
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tautan (link) palsu yang beredar di WhatsApp atau media sosial yang mengatasnamakan pendaftaran bansos akhir tahun. Aplikasi resmi hanya “Cek Bansos” yang dikembangkan oleh Kemensos RI di Play Store, dan laman resmi hanya berakhiran .go.id.
Dana bansos yang cair di akhir Desember ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pokok jelang tahun baru dan kebutuhan sekolah anak, serta dilarang keras digunakan untuk membeli rokok, minuman keras, atau judi online.
