MedanPolitikSumut

Ini Harapan Politisi Demokrat Pada HUT Ke-432 Tahun Medan dan PSMS

MEDAN,SUARA24.COM- di usia yang ke 432 tahun ini, tepatnya 1 Juli 2022, diharapkan jangan hanya seremoni belaka, jangan hanya diperingati saja setiap tahun, tapi Medan tidak ada
kemajuan, tetap begini begini saja,” sebut Ferdinan Ghodang SE SH MH,
Kamis, 30 Juni 2022.

Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat yang juga menjabat sebagai Sejend SOLITD ( Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi ) “Ghodang menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Medan masih menjadi problema saat ini, di mana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di kota metropolitan ini setiap tahun naik cukup signifikan.

Dimana berdasarkan data BPS, angka kemiskinan pada tahun 2019 di Medan sebanyak 183,79 jiwa, tahun 2020 sebanyak 183,54 jiwa dan tahun 2021 sebanyak
193,03 jiwa. Ini angka yang cukup mengkhawatirkan saya rasa, jadi inilah persoalan yang harus diselesaikan kedepannya, ucapnya lagi.

Ferdinan juga meminta agar Pemko Medan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan di kota Medan ini, termasuk membuat pelatihan kewirausahaan, bantuan modal dan lainnya.

Pada sisi lain kota ini masih saja tetap terjadi genangan banjir di mana mana seperti yang terjadi pada Rabu malam lalu, Di mana banjir terjadi di Kecamatan Medan Maimun, Medan Sunggal, Medan Baru dan Medan Selayang yang mengakibatkan ratusan rumah kebanjiran, ucap ghodang.

“Meski perbaikan drainase dilakukan, namun kenyataannya banjir masih saja terjadi. Ini PR yang harus dikerjakan oleh Pemko Medan beserta jajarannya,” tandasnya.

Tak hanya persoalan kota saja, Ferdinan juga berharap pada HUT ke 432 kota Medan ini bisa membawa PSMS kembali ke era kejayaan seperti di tahun 1953 dimana, saat itu PSMS sering mengundang tim-tim dari luar negeri seperti Grazer AK, Kowloon Motorbus (Hong Kong), Grasshopper, Star Soccerites (Singapura) dan lain-lain, dimana berkat kemenangan yang sering dicicipi PSMS melawan tim asing, PSMS mendapat julukan “Killers” atau “Algojo” dari tim-tim luar negeri.

Kala itu PSMS sering memenangkan setiap pertandingan klub dalam dan luar negeri sampai mendapat julukan The Killer karena selalu menghajar lawannya di lapangan, bahkan pada tahun 1960-an PSMS menjadi momok yang menakutkan bagi klub-klub di Indonesia,” rincinya, hal-hal seperti inilah yang juga harus menjadi perhatian pemerintah saat ini agar PSMS Medan dapat berjaya kembali seperti dulu, ucap ghodang mengakhiri perbincangan.(Edy)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close