“Total panjang jalan lima kilometer. Sudah dihotmix dua kilometer, pelaksanaan hotmixnya terakhir pada 2019 lalu,”terang Plt. Kadis PUPR Langkat, H. Sujarno di Stabat, Rabu (15/9/2021).
“Jadi, sisa badan jalan yang belum dihotmix tiga (3) kilometer. Direncanakan pada 2022 dilakukan pengerasan, kemudian baru dihotmix secara bertahap,” tambahnya.
“Sebelumnya, kami sudah turun ke lokasi atas saran dari pihak desa setempat. Jelas, jalan itu tidak berlumpur,” tegasnya.
Penanganan jangka pendek, lanjut Sujarno, lubang akan ditimbun sebagai perbaikan sementara. Penimbunan jalan dilakukan dari partisipasi agen sawit dan agen semangka disana.
Selanjutnya, Sujarno menjelaskan, pinggiran jalan kanan kirinya adalah persawahan. Jika turun hujan, air sawah yang meluap menggenangi badan jalan.
Mengatasi genangan air, PUPR akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Guna mengambil langkah-langkah strategis mengantisipasi air persawahan tersebut.
Namun terkendala wabah COVID-19, sebab mempengaruhi sumber pembiayaan yang sebagian besar diperuntukkan untuk penanganan dan penanggulangan COVID-19.(Teguh/Ril)






