HukumPolda SumutSumut

Kapal Muatan MFO di Dermaga 203 Belawan Nyaris Karam, Minyak Tumpah Hingga Cemari Laut Belawan !

BELAWAN, SUARA24.COM- Dilangsir dari Lintas10.com Kapal pengangkut Marine Fuel Oil (MFO) di dermaga 203 Regional I Pelindo Belawan, Sumatera Utara nyaris karam. Kapal bermuatan MFO itu tumpah hingga mencemari laut belawan sekitarnya.

Peristiwa kapal nyaris karam itu diketahui terjadi pada hari Kamis (11/1) pukul 04.00 yang mengakibatkan kapal hampir tenggelam.


Informasi yang dihimpun dari narasumber yang meminta namanya agar dirahasiakan menuturkan, kapal SBHM-1 milik rekanan pertamina yakni PT Munasindo Mandiri Sejahtera.

Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan, diduga kapal hanya mampu dengan kapasitas 250 Ton namun diisi muatan 400 Ton hingga mengakibatkan kapal karam.


” Kapal ini seharusnya muatan 250 ton, namun dipaksa 400 ton, maka karam dia” ujar sumber, Senin (15/01/2024).


Amatan wartawan dilokasi, permukaan air laut menghitam dipenuhi cairan MFO. Para pekerja sedang berupaya menyiram MFO menggunakan cairan Chemical.


” Itu disemprot menggunakan cairan Chemical pak, seperti penghancur karat besi gitu ” jelasnya dilokasi.


Amatan wartawan lainnya dilokasi, juga terdapat mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga tidak sesuai Standar Prosedur Operasioanal (SOP) resmi.


Pasalnya, mobil – mobil tangki disepanjang dermaga 203 tidak seperti mobil tangki pengangkut BBM pada umumnya. Mobil tangki terlihat tidak bertuliskan Pertamina dengan warna khas merah putih dan berlabel pertamina. Hal ini pun diduga ada unsur kelalaian pengawasan dari pihak terkait.
Narasumber menambahkan, bahwa minyak yang tumpah tersebut adalah milik pihak Pertamina bekerjasama dengan PT Munasindo Mandiri Sejahtera.


” Ini kapal karam milik PT Munasindo Mandiri Sejahtera, namun kabarnya belum dibayarkan oleh PT Munasindo Mandiri Sejahtera. Rugilah pertamina ini ” ujar sumber kepada Lintas10.com.
Amatan wartawan lainnya kapal yang karam tersebut masih berada didalam air. Sedikit permukaan kapal masih tampak dari daratan. Namun sejak peristiwa kapal tersebut karam, empat hari sudah dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya mengangkat kapal tersebut, hingga mengakibatkan kapal lainnya yang hendak bersandar menjadi terganggu dan merugikan pihak Pelindo itu sendiri.


Dilain sisi, dikonfirmasi terpisah pihak Humas Manager Regional I Belawan, Chairul Aulia dalam sambungan celular dinomor kontak 0813 – 6097 – XXXX akan tetapi belum terhubung.
Dikonfirmasi ulang via pesan singkat whatshapp, namun Chairul Aulia masih belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan oleh redaksi.(L100/Tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close