Berbicara di depan umum seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, dan kata-kata yang tersangkut di tenggorokan adalah pengalaman yang tidak asing lagi. Namun, di tengah tantangan ini, sebuah terobosan baru hadir dari seorang praktisi komunikasi ulung, Randy Tunggeleng. Melalui pendekatan inovatif yang menggabungkan teknik public speaking dengan mindfulness atau kesadaran penuh, Randy berhasil menciptakan sebuah metode pelatihan yang tidak hanya efektif, tetapi juga diakui secara nasional. Atas dedikasinya, Asosiasi Rekor Indonesia (ARI) menganugerahinya penghargaan sebagai “Inisiator Pelatihan dan Sertifikasi Public Speaking Berbasis Mindfulness di Indonesia”.
Sosok di Balik Inovasi
Randy Tunggeleng bukanlah nama baru dalam dunia pelatihan public speaking. Sejak tahun 2012, ia telah mendedikasikan dirinya untuk membantu ribuan orang mengatasi ketakutan mereka berbicara di depan audiens. Dengan lebih dari 1.850 sesi pelatihan yang telah ia pimpin, pengalamannya yang luas telah memberinya pemahaman mendalam tentang akar masalah yang sering dihadapi para pembicara, yaitu kecemasan dan kurangnya kesadaran diri.
Selain perannya sebagai seorang pelatih, Randy juga mengemban amanah sebagai Ketua DPD Asosiasi Pembicara Publik Profesional Indonesia (IPSA) DKI Jakarta. Jabatannya ini memberinya platform yang lebih luas untuk menyebarkan visinya dalam meningkatkan kualitas komunikasi masyarakat Indonesia. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada kalangan profesional di perkotaan, tetapi juga menyentuh berbagai lapisan masyarakat, sejalan dengan misinya untuk membuat semua orang dapat berbicara dengan percaya diri.
Mindfulness sebagai Kunci Penakluk Panggung dalam Workshop Public Speaking Made Easy
Apa yang membedakan metode pelatihan Randy Tunggeleng dari yang lain? Jawabannya terletak pada integrasi teknik mindfulness dalam program andalannya, Workshop Public Speaking Made Easy. Program inilah yang menjadi sorotan utama dalam penghargaan rekor ini. Workshop ini telah terbukti sukses besar, telah berjalan lebih dari 100 batch di 23 kota dan 15 provinsi di seluruh Indonesia, serta telah melahirkan hampir 1000 alumni yang lebih percaya diri.
Metode Mindfulness-Based Public Speaking yang ia terapkan dalam workshop tersebut menggunakan beberapa teknik kesadaran penuh yang praktis. Salah satunya adalah body scan, di mana peserta diajak untuk merasakan dan menyadari setiap bagian tubuh mereka, membantu melepaskan ketegangan fisik yang sering menyertai rasa gugup. Teknik lainnya adalah conscious breathing atau pernapasan sadar, sebuah praktik sederhana namun sangat ampuh untuk menenangkan sistem saraf dan menjernihkan pikiran sesaat sebelum naik ke panggung.
Dengan melatih kesadaran ini, peserta tidak hanya belajar mengelola kecemasan, tetapi juga menjadi lebih peka terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk saat berbicara. Misalnya, penggunaan filler words seperti “umm” atau “eee” yang seringkali muncul tanpa disadari, dapat diminimalkan. Kontrol bahasa tubuh juga menjadi lebih baik karena pembicara menjadi lebih sadar akan postur, gestur, dan gerakan mereka di atas panggung. Pendekatan holistik ini membangun fondasi kepercayaan diri yang berasal dari dalam.
Menurut data dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), permintaan untuk pelatihan semacam ini telah meningkat sebesar 30% sejak tahun 2023. Fenomena ini tidak terlepas dari perubahan lanskap kerja pasca-pandemi yang mengadopsi model kerja hibrida dan meningkatnya penggunaan media sosial, di mana kemampuan presentasi virtual dan personal branding menjadi semakin krusial.
Pengakuan Bergengsi dari Asosiasi Rekor Indonesia
Inovasi yang dibawa oleh Randy Tunggeleng melalui programnya akhirnya mendapatkan pengakuan yang layak. Pada tanggal 26 September 2025, dalam sebuah acara penghargaan yang digelar di Jakarta, Asosiasi Rekor Indonesia (ARI) secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepadanya. Sertifikat bernomor ARI/2025/09/26/01 tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan ARI, Abel Brata, sebagai bukti pengakuan atas kontribusi Randy dalam dunia komunikasi di tanah air.
Dalam keterangannya, ARI menyoroti bagaimana program yang digagas Randy mampu secara signifikan mengurangi tingkat kecemasan dan membangun kesadaran diri, yang pada akhirnya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih berani tampil dan menyuarakan gagasan mereka. Pihak ARI berharap bahwa pengakuan ini akan memicu lebih banyak lagi inisiatif positif di bidang komunikasi dan kesehatan mental.
Visi ke Depan: Menjangkau Lebih Luas
Menerima penghargaan ini tidak membuat Randy Tunggeleng berpuas diri. Ia justru semakin termotivasi untuk menyebarkan manfaat dari metode Mindfulness-Based Public Speaking ke jangkauan yang lebih luas. Melalui perannya di IPSA DKI Jakarta dan keberhasilan Workshop Public Speaking Made Easy, ia berencana untuk memperluas program ini ke lebih banyak komunitas, termasuk hingga ke pelosok daerah. Tujuannya sederhana namun mulia: memberdayakan setiap individu agar dapat berbicara dengan penuh percaya diri dan kesadaran, mengubah panggung yang tadinya menakutkan menjadi ruang untuk berekspresi dan menginspirasi. Inovasi Randy adalah bukti nyata bahwa untuk menaklukkan dunia luar, kita harus terlebih dahulu menaklukkan dunia di dalam diri kita.
