Deli SerdangSumut

Meningkatkan Ketaqwaan, Perwiritan Desa Bakaran Batu Berkunjung ke Wisata Religi

DELI SERDANG,SUARA24.COM- Ziarah Kubur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Salah satu yang dianjurkan dalam Ziarah Kubur adalah berziarah ke Makam para ulama selain Ziarah Kubur ke Makam Orang tua kita.

Berziarah ke makam para ulama disamping akan mendatangkan keberkahan bagi para peziarah juga menyadarkan mereka akan kealiman dan kesolehan orang yang berada di dalam kubur.
Hal inilah yang dilakukan ibu-ibu perwiritan Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis, dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, mengadakan Wisata Religi dengan berziarah ke makam salah satu Ulama Sumatera Utara di Kota Besilam, Langkat.

Dengan mengendarai dua Bus Wisata, sebanyak 90 ( sembilan puluh) orang ibu-ibu perwiritan yang ada di Desa Bakaran Batu meliputi Dusun Satu, Dua dan Tiga berwisata Religi. Keberangkatan ini dimotori oleh Suliyastri selaku Ketua perwiritan dan dibimbing Ustadz Bambang yang akan menjadi pemandu Wisata Religi selama perjalanan. Kamis (28/10/21) pagi.
Disela sela keberangkatan, Suliyastri selaku Ketua Perwiritan mengatakan kepada Delinews24, bahwa kegiatan Wisata Religi ini kita buat dan laksanakan adalah demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Lebih jauh dikatakan, disamping itu melalui wisata ini kita dapat meningkatkan tali silaturahim sesama ibu-ibu yang ada di Desa Bakaran Batu, baik itu Dusun Satu, Dua dan Tiga. Inilah bukti kami kaum ibu di Desa Bakaran Batu itu selalu kompak dalam menyatukan persepsi untuk membangun kebersamaan secara kekeluargaan.

Tentu keberangkatan kami ini, murni untuk beribadah dan berbuat baik, kita akan berdoa agar masyarkat Desa kita selalu dalam perlindungan Allah SWT, amin, pungkas Sulis mengakhiri pembicaraan kepada Delinews24
Sementara hadir dalam kesempatan tersebut, seorang tokoh masyarakat Desa Bakaran Batu Muslim Susanto melepas keberangkatan ibu ibu perwiritan.
Muslim berpesan, Berdoa dan selalu berzikir dalam perjalanan, karena ini bukan semata wisata biasa, ini wisata amal ibadah yang tentunya adalah perbuatan baik.

” Saya tidak dapat memberikan apa-apa selain do’a, semoga berangkat dalam keadaan sehat, berikut juga kembali sampai ke rumah juga dalam keadaan sehat wal Afiat, titip salam dan doa yang terbaik untuk Desa dan masyarakat kita”

Berdasarkan situs Wikipedia, Abdul Wahab Rokan atau dikenal dengan sebutan Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an-Naqsyabandi adalah seorang ulama ahli fikih, seorang sufi, sekaligus mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Riau dan Sumatra Timur pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pada tahun 1879, Syeikh Abdul Wahab mendapatkan wakaf sebidang tanah yang terletak di wilayah Langkat dari Sultan Langkat, yaitu Sultan Musa al-Muazzam Syah. Pada tahun 1883, Syeikh Abdul Wahab beserta para santrinya kemudian membangun sebuah perkampungan baru lengkap dengan masjid dan pesantren.

Perkampungan tersebut semakin berkembang dan diberi nama Kampung Babussalam (Pintu Keselamatan) dan masyarakat umum sering menyebutnya Bassilam atau Besilam. Demikian pula nama pesantren dan masjidnya serta kegiatan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang dipimpin oleh Syeikh Abdul Wahab kemudian dikenal dengan sebutan Suluk Bassilam.(Tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close