Di balik setiap potong baju yang saya jual, ada cerita perjuangan yang mungkin tak semua orang tahu.
Nama saya Muhamad Fatoni, seorang difabel dari Lamongan, Jawa Timur. Sejak kecil, saya sudah terbiasa hidup mandiri. Saya tidak punya orang tua maupun saudara, dan semua hal harus saya jalani sendiri. Namun saya percaya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang.
Saya memutuskan untuk memulai usaha jualan baju secara online. Bukan karena saya ahli dalam bidang fashion, tapi karena saya ingin punya penghasilan halal dari keringat sendiri, bukan mengandalkan belas kasihan orang lain.
Awalnya saya menjadi reseller. Tapi kenyataannya, bersaing dalam harga bukan hal yang mudah. Banyak penjual lain yang bisa menjual lebih murah, karena mereka punya modal besar atau langsung ambil dari pabrik. Sementara saya, hanya bisa menjual dengan keuntungan yang tipis, sekadar cukup untuk makan sehari-hari dan bertahan hidup.
Tapi saya tidak menyerah. Saya percaya, setiap orang punya cara untuk membantu sesama. Mungkin lewat pembelian sederhana—sehelai kaos, satu gamis, atau satu stel pakaian—bisa jadi itulah rezeki yang saya tunggu hari ini.
Baju yang saya jual bukan hanya produk biasa. Di balik itu ada harapan, semangat, dan mimpi seorang difabel yang ingin berdiri di atas kaki sendiri. Saya tidak minta dikasihani. Saya hanya berharap, jika teman-teman sedang mencari baju, pertimbangkanlah membeli dari saya.
Bantu saya terus berkarya, walau dengan segala keterbatasan. Karena setiap transaksi dari kalian bukan hanya pembelian, tapi juga bentuk dukungan untuk seorang pejuang hidup.





