MedanSumut

Pandangan Tokoh Adat Nias, Mengenai Penggrebekan Wakil Ketua DPRD Nias Utara Dalam Kamar Hotel, Tak Etis Bukan Suami Istri Berada di Kamar Hotel

MEDAN,SUARA24.COM- Peristiwa penggrebekan Wakil DPRD Nias Utara Noferman Zega bersama wanita yang merupakan istri orang lain didalam kamar hotel 61 Medan dianggap tokoh masyarakat Nias tidak etis.

Hal ini menurutnya suatu pandangan yang tak lazim dan diluar nalar logika normal. Pasalnya sebagai wakil rakyat, Noferman Zega mengemban amanah rakyat patutnya menjadi cerminan dan tauladan bagi masyarakat luas.

Hal ini pun memantik reaksi tanggapan dari tokoh masyarakat Kepulaun Nias Fatizatulo Nduru yang juga merupakan Eks Ketua Umum Hino Inspirasi Masyarakat Ono Niha Indonesia (HIMONI) menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat itu harusnya bertugas mengawal aspirasi rakyat.

Seorang Dewan sebagai wakil rakyat sah – sah saja jika memberikan bantuan, baik lewat petunjuk arahan, bisa memberi berupa materi uang, dan lokasi memberi tempat bantuan kepada masyarakat itu bisa ditepi jalan, bisa dikantornya, bisa dirumah penduduk, artinya itu lumrah. Tapi jika kedapatan didalam kamar hotel dengan wanita lawan jenis yang bukan pasangannya dan beralasan untuk menyalurkan bantuan itu menimbulkan tanda tanya.

” Kita sebagai masyarakat khawatir tentang kebenaran hal itu. Dalam hal ini kita mengatakan sudah salah dewan, salah tempat memberikan bantuan” ucap Fatizatulo Nduru saat dimintai tanggapan oleh awak media, Kamis (14/09/2023).

Fatizatulo menambahkan, sekiranya perempuan itu tidak seorang diri dalam memberikan bantuan dan ada beberapa orang lain cerita, dan jika seorang diri dan berada didalam kamar yang katanya menyalurkan bantuan itu menjadi janggal.

Ditambah lagi ada cerita memberikan uang 40 juta rupiah kepada warga yang menggrebek tersebut dapat menimbulkan sejumlah tafsiran

Jika benar dia menyalurkan bantuan kepada wanita yang bersamanya dikamar hotel, seharusnya dia (Noferman Zega -red) juga tidak memberikan uang 40 juta kepada warga yang menggebek itu

” Jika dia disalahkan dengan niat baiknya memberikan bantuan, seharusnya dia tidak memberikan uang 40 juta itu” kata dia.

Tapi kemungkinan ada niat lain, maka akhirnya menjadi tidak nyaman dengan hadirnya sejumlah warga dikamar hotel sehingga dibayar 40 juta.

“Kalau tidak benar kenapa ditanggapi sang dewan, memberikan uang jika tidak benar apa yang dituduhkan itu? kenapa tidak dilaporkan saja saat itu juga telah ada upaya pemerasan warga” tanya Fatizatulo Nduru.

Kita masyarakat khususnya meminta ketegasan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk masuk kedalam persoalan ini, agar benang merahnya terbuka jelas karena menyangkut pejabat wakilnya rakyat.

“Telusuri ke hotel tersebut cari bukti – bukti otentik dalam menjalankan kewenangan pemerintah itu sendiri menegakkan hukum seadil – adilnya”

Sebagai tambahan, buat warga Kepulauan Nias khusunya, Fatizatulo Nduru berharap kiranya warga dalam pilkada ke depan untuk lebih selektif dalam memilih wakil rakyat.

” Jangan menerima imbalan – imbalan maupun many Politik” pintanya.

Karena berpengaruh terhadap mutu daripada calon yang akan dipilih. Apalagi seorang dewan yang diidikasikan tugasnya dengan tidak benar tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang memergoki Wakil Ketua DPRD Nias Utara asal Partai Amanat Nasional ( Partai PAN) itu, yakni Noferman Zega pada tanggal 27 Juli 2023 lalu didalam kamar nomor 411, Hotel 61 Medan pada pukul 15.00 WIB dalam keadaan pintu kamar tertutup. Pada pukul 17.18 WIB pintu kamar hotel dibuka dan warga pun masuk memastikan kedalam kamar hotel.

Warga yang masuk kedalam kamar hotel, awalnya tidak menemui wanita yang bersama Noferman Zega berinisial DH tersebut didalam kamar.

Setelah beberapa saat berupaya mencari ditemukanlah didalam toilet hotel.

Hal ini ditegaskan oleh narasumber media ini yang meminta namanya agar dirahasiakan oleh awak media. Tidak hanya itu, narasumber juga mengabadikan bukti berupa video pasca masuk kedalam kamar hotel dan wanita yang bersama Noferman Zega tersebut bersembunyi dibalik pintu toilet.

Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Nias Utara Noferman Zega dalam siaran tertulisnya membantah telah berselingkuh. Noferman mengaku dirinya telah dijebak dan diperas. Noferman Zega juga mengaku telah mentransfer uang 40 Juta Rupiah ke salah satu nomor rekening warga yang menggrebek tersebut sebagai uang damai.

Noferman Zega mengklaim hanya sebatas memberikan bantuan les privat kepada anak wanita yang bersamanya didalam kamar hotel itu.(Rilis)

Artikel :https://www.lintas10.com/pandangan-tokoh-adat-nias-mengenai-penggrebekan-wakil-ketua-dprd-nias-utara-dalam-kamar-hotel-tak-etis-bukan-suami-istri-berada-di-kamar-hotel.html

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close