DENPASAR, BALI — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bali, bekerja sama dengan Nitibasa Education & Tech serta Junior Chamber International (JCI) Badung Bali, resmi meluncurkan program pemberdayaan strategis bertajuk “Pelatihan Digital, Coding, dan Bahasa Asing untuk Penyandang Disabilitas Bali”.
Program yang digulirkan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 ini menjadi salah satu inisiatif pemberdayaan sosial terbesar di Bali pada akhir tahun. Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap urgensi perluasan akses literasi teknologi dan peluang ekonomi digital bagi komunitas disabilitas di Pulau Dewata.
Sinergi Lintas Sektor untuk Inklusivitas
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali menegaskan bahwa pemerintah memegang komitmen penuh dalam menyusun peta jalan (roadmap) layanan sosial 2025–2026 yang inklusif. Dalam program ini, Dinsos Bali berperan sebagai kurator peserta dari seluruh kabupaten/kota, penyedia fasilitas aksesibel, serta penjamin keberlanjutan pendampingan sosial.
“Tantangan utama yang dihadapi rekan-rekan disabilitas adalah akses terhadap pelatihan berkualitas yang relevan dengan industri. Kolaborasi ini adalah jawaban untuk menciptakan ekosistem Bali yang inklusif, cerdas, dan memberikan kesempatan setara,” ujar perwakilan Dinsos Bali dalam peluncuran program tersebut.
Kurikulum Berbasis Teknologi dan Bahasa
Sebagai mitra pelaksana edukasi, Nitibasa memberikan kontribusi signifikan melalui penyediaan kurikulum berstandar internasional. Lembaga yang dikenal fokus pada pendidikan kaum rentan—termasuk anak yatim piatu dan korban pandemi—ini menghadirkan materi yang mencakup:
-
Penguasaan Bahasa Asing: Meliputi Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Korea, dan Rusia.
-
Literasi Digital & Coding: Pengenalan AI tools, desain digital, serta block-based coding untuk pemula.
-
Metode Adaptif: Penggunaan sistem pembelajaran berbasis Nitibasa Nexus yang dirancang ramah disabilitas.
Kehadiran JCI Badung Bali turut memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan. Organisasi kepemudaan internasional ini mengerahkan relawan muda untuk mendampingi peserta, mengatur alur dokumentasi, serta memperluas jejaring inklusi ke masyarakat luas.
Apresiasi untuk Fasilitator
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan khusus diberikan kepada Mr. Stenly dari Nitibasa. Ia menerima sertifikat apresiasi atas peran vitalnya sebagai penerjemah profesional (English-Indonesian) dan fasilitator komunikasi. Latar belakangnya di bidang teknologi dan pariwisata dinilai berhasil menjembatani proses transfer ilmu antara instruktur dan peserta penyandang disabilitas sehingga berjalan efektif tanpa kendala bahasa.
Dampak dan Target Jangka Panjang
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi pelatihan. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, seperti pembuatan portofolio digital, penulisan surel profesional, hingga public speaking.
Dinsos Bali bersama mitra menargetkan program ini dapat menjangkau 1.000 penerima manfaat hingga tahun 2026. Rencana jangka panjang meliputi sertifikasi bahasa asing internasional, pembentukan ekosistem kerja remote bagi disabilitas, serta pemberian beasiswa lanjutan dari Nitibasa.
Program ini diharapkan menjadi model percontohan nasional bagaimana kolaborasi pemerintah, sektor pendidikan, dan organisasi pemuda dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten tanpa memandang keterbatasan fisik.






