Berita  

Psikotes Bisa Jadi Kunci: Cegah Kegagalan Peserta Magang Indonesia di Jepang dan Korea

Setiap tahunnya ribuan pemuda Indonesia mengikuti program pemagangan ke Jepang dan Korea dengan harapan memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperbaiki taraf hidup keluarga. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit peserta yang akhirnya gagal menyelesaikan masa kontrak. Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan mental, ketidakmampuan beradaptasi, hingga konflik budaya.

Fenomena ini menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi peserta tetapi juga bagi Lembaga Pelatihan Kerja atau mitra perusahaan di luar negeri. Menurut data dari beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sekitar 15–20% peserta mengalami kesulitan serius di tahun pertama dan sebagian terpaksa dipulangkan sebelum kontrak selesai.

Di sinilah peran pendampingan psikologis menjadi krusial didalam menyeleksi calon pemagang Indonesia. Melalui proses asesmen psikologis, potensi, karakter, motivasi kerja hingga kerentanan psikologis peserta dapat terdeteksi sejak awal. Psikotes bukan hanya “uji coba kecerdasan” melainkan juga alat untuk memahami apakah seorang calon benar-benar siap menghadapi tekanan kerja di luar negeri.

TRUSTINDO Consultant hadir memberikan solusi dengan layanan psikotes komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan LPK dan perusahaan mitra. Hasil tes dianalisis secara mendalam, kemudian dikemas dalam laporan yang mudah dipahami oleh pengambil keputusan. Dengan pendekatan ini, peserta yang diberangkatkan bukan hanya terampil secara teknis tetapi juga tangguh secara mental.

Ke depan harapannya, penerapan pendampingan psikologis bisa menjadi standar nasional dalam proses seleksi magang ke luar negeri. Dengan begitu, tingkat kegagalan dapat ditekan, reputasi Indonesia terjaga dan peserta magang benar-benar mendapatkan pengalaman terbaik selama bekerja di Jepang maupun Korea.

Exit mobile version