MedanSumut

Tiga Kurir Sabu 40 Kg Divonis Seumur Hidup “JPU Kami Banding Putusan Tidak Memenuhi Rasa Keadilan

MEDAN,SUARA24.COM- Tiga kurir sabu sebanyak 40kg divonis seumur hidup oleh majelis hakim pengadilan negeri Medan, terdakwa saat menjalani sidang pembacaan vonis di PN Medan, Selasa (13/04/21).

Tiga terdakwa kurir sabu seberat 40 kg divonis masing-masing pidana seumur hidup dalam persidangan online di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan.


Ketiga terdakwa yakni Wahyudi ,48, Hendra Apriyono, 27, keduanya warga Jl. Keputran Kejambon, Kel. Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya dan Riki Syahputra ,24, warga Dusun Selanga, Desa Seuneubok Pidie, Kec. Tanah Jambo Aye Kab. Aceh Utara.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Hendra Apriyono, terdakwa Wahyudi dan terdakwa Riki Syahputra dengan pidana seumur hidup, Ucap Ketua majelis Hakim Abdul Kadir saat membacakan putusan.

Hakim menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“yaitu percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika yaitu tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I beratnya melebihi 5 gram berupa 40 puluh bungkus berisi narkotika jenis sabu seberat 40 kilogram,” kata hakim Abdul Kadir lagi.

Dikatakan hakim, hal yang memberatkan ketiga terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya,” ujar ketua majelis itu lagi.

Vonis yang diberikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Candra Naibaho menuntut para terdakwa dengan hukuman mati.

Atas putusan tersebut majelis hakim juga menyampaikan kepada para terdakwa untuk menyikapi putusan majelis, melalui kuasa hukumnya yang ditunjuk oleh majelis hakim dari pos bakum PN Medan menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho setelah usai dibacakan putusan pernyataan banding “Putusan ini tidak memenuhi rasa keadilan, kami Penuntut Umum pernyataan Banding,” kata Chandra Naibaho.

Kasus yang menjerat terdakwa berawal 15 Juli 2020 sekira pukul 21.00, terdakwa Wahyudi diajak terdakwa Hendra Apriyono untuk menjadi kurir sabu.

Terdakwa Wahyudi diberikan semua fasilitas dan upah sebesar Rp2 juta yang akan diterima setelah pekerjaan mengambil narkotika jenis sabu tersebut berhasil dilakukan

Kemudian, sekira pukul 19.00, terdakwa Hendra Apriyono menerima kiriman paket yang berisi 6 buah KTP palsu dengan identitas terdakwa Hendra Apriyono yang berbeda-beda dan satu unit handphone untuk Hendra Apriyono.

Sementara, paket untuk terdakwa Wahyudi berupa 6 buah KTP palsu dengan identitas Wahyudi yang berbeda-beda. Selanjutnya, terdakwa Hendra Apriyono menyuruh terdakwa untuk berkomunikasi dengan Pablo (DPO) yang nomornya sudah ada di kontak handphone tersebut.

Terdakwa menghubungi Pablo dan menyuruh terdakwa Wahyudi untuk pergi ke Medan, setelah tiba di Medan, terdakwa Wahyudi menemui terdakwa Hendra Apriyono yang menginap di Hotel Swiss Bell Medan yang mana Hendra Apriyono telah lebih dahulu pergi ke Medan.

Keesokan harinya, Pablo menghubungi Hendra dan menyuruh pergi ke Penginapan Citra Atsari Jl KH Wahid Hasyim Kel Sei Sikambing D Kec Medan Petisah mengambil paket sabu yang sudah berada di dalam Mobil Toyota Avanza BK 1106 KU warna hitam.

Setelah tiba di lokasi dan melihat mobil tersebut dan membuka mobil warna hitam, tiba-tiba datang petugas kepolisian Polsek Medan Baru langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Hendra Apriyono.

Sedangkan terdakwa Riki Syahputra dan Muhammad Rizal Fauzi alias Fadil (sudah meninggal dunia) kedua terdakwa ini ialah yang membawa mobil yang di dalamnya terdapat 2 tas warna hitam yang berisikan sabu sebanyak 40 kg yang dikemas didalam 40 bungkus yang masing-masing perbungkusnya 1 kg(Rm / Edy)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close