BudayaSosialSumut

Tim Kajian Budaya Tionghoa Nusantara Silaturahmi Dengan Perhimpunan Sosial Hin An Sumut dan Yayasan Sosial Tri Dharma Sejahtera Sumut

MEDAN,SUARA24.COM- im Kajian Budaya Tionghoa Nusantara kembali melakukan wawancara dengan 2 tokoh etnis Tionghoa dalam agenda kerja pengkajian terhadap kebudayaan Tionghoa di Sumatra Utara, pada Sabtu, 19 November 2022, yang bertepatan dengan berlangsungnya peresmian club olah raga Kenci (Jianzi)/sepak Kenci yang merupakan olah raga tradisional Tiongkok dengan menggunakan shuttlecock kaki, bertempat di gedung Perhimpunan Sosial Hin An Sumut di Jln. Merbabu No.28 Medan.

Tokoh etnis yang diwawancarai adalah suku Hock ciu yang diwakili oleh Lim Wen Cin dan Suku Hin An yang diwakili oleh Eddy Salim, dimana dalam giat wawancara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Perhimpunan Sosial Hin An Sumut, Harun Wijaya sementara itu dari Tim ErC Fisip USU dihadiri oleh Dr. Sri Alem Sembiring, msi, Dra. Mariana Makmur. MA, Saruhum Rambe, m.si, dan dari LEMPABUDTI YIHLP hadir Ade Chandra, SH. MM, dan Kwik Sam Ho.

Pada bincang dengan tokoh Heng Hua (Xinghua) dari Perhimpunan Sosial Hin An Sumut, Eddy Salim beliau menceritakan tentang sejarah orang Heng Hua yang merantau ke nusantara dan terkenal pada masa itu mayoritas sebagai penjual sepeda, dan orang Heng Hua yang merantau ke Asia Tenggara dan wilayah lainnya di dunia, termasuk yang datang ke Sumut kebanyakan berasal dari daerah Putian di provinsi Fujian sebelah timur Tiongkok.

Seiring dengan perkembangan zaman, dimasa sekarang profesi mereka beralih sebagai penjual sepeda (roda dua), dan ada juga sebagai pengusaha beca (roda tiga) serta sparepart kendaraan bermotor (roda empat), namun pada saat ini juga sudah banyak yang beralih profesi dibidang properti, bahan bangunan, perkebunan, perhotelan dan lain lain.

Setelah usai wawancara dengan tokoh Heng Hua dilanjutkan dengan wawancara dengan tokoh Hok Chiu (Fuzhou) yang tergabung dalam Yayasan Sosial Tri Dharma Sejahtera Sumut, Lim Wen Cin dimana beliau menyampaikan bahwa orang Hok Chiu juga berasal dari provinsi Fujian bagian timur, namun orang Hok Chiu yang merantau ke Asia Tenggara termasuk yang ke Sumatera Utara, khususnya kota Medan banyak yang berprofesi sebagai pedagang kedai kopi, namun saat ini banyak yang sudah beralih profesi keberbagai jenis pekerjaan dan usaha lain seperti toko besi, toko kelontong dsb.

Diakhir wawancara Tim Kajian Budaya Tionghoa Nusantara memberikan piagam sebagai kenang kenangan dan ungkapan terima kasih kepada para nara sumber, serta melakukan foto bersama.(Rp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close