Berita  

Tingkatkan Literasi Digital, Dosen UNDIRA Bekali Guru SDN Jayamulya 01 Kemampuan Berpikir Komputasional dan AI

.BEKASI – Menghadapi tantangan Kurikulum Merdeka yang menuntut integrasi literasi digital sejak dini, tim dosen dari Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang komprehensif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jayamulya 01, Kabupaten Bekasi. Program ini bertujuan membekali para guru dengan kemampuan Berpikir Komputasional (Computational Thinking) sebagai fondasi utama sebelum memperkenalkan logika koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) kepada siswa.

Acara ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya, Kadisdik menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk membantu guru-guru di tingkat sekolah dasar.

“Integrasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam Kurikulum Merdeka. Kehadiran tim dosen UNDIRA sangat membantu kami dalam menjembatani kesenjangan kompetensi digital di wilayah ini. Kami berharap metode unplugged yang diajarkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bekasi,” ujar Kadisdik di sela-sela pemantauan kegiatan.

.

Mengatasi Tantangan Infrastruktur dengan Kreativitas

Sebagai wilayah penyangga ibukota, Kabupaten Bekasi memiliki perkembangan teknologi yang pesat, namun hal ini sering kali tidak berbanding lurus dengan aksesibilitas perangkat digital di sekolah-sekolah pinggiran. Analisis tim UNDIRA menemukan bahwa rasio perangkat di SDN Jayamulya 01 masih terbatas, di mana satu perangkat komputer harus digunakan oleh sepuluh siswa secara bergantian.

Ketua tim pengusul, Dea Andini Andriati, S.Kom., M.M.S.I., menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas bukan merupakan penghalang bagi pendidikan berkualitas. “Solusi yang kami tawarkan adalah ‘Teknologi Lunak’ atau inovasi metodologi pengajaran yang bersifat low-tech bahkan no-tech,” jelas Dea. Melalui metode unplugged activities, guru dilatih untuk merancang permainan logika dan simulasi fisik yang mampu mengajarkan konsep algoritma tanpa ketergantungan pada layar komputer.

.

Tiga Tahap Strategis Peningkatan Kompetensi

Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 bulan ini mencakup tiga tahap utama yang dirancang secara sistematis:

1.Pelatihan Konseptual: Menghapus stigma bahwa Berpikir Komputasional adalah materi yang eksklusif untuk ilmu komputer. Guru diajarkan empat pilar utama: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma melalui contoh kehidupan sehari-hari.
2.Pelatihan Pedagogis: Sesi simulasi di mana para guru mencoba langsung berbagai strategi mengajar yang menyenangkan, seperti mengajarkan logika debugging melalui aktivitas mencari kesalahan dalam urutan instruksi.
3.Coaching Clinic (Penyusunan Perangkat Ajar): Puncak kegiatan di mana guru didampingi dalam kelompok kecil untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik yang siap diimplementasikan secara nyata di kelas masing-masing.

.

.

Dampak dan Keberlanjutan Program

Dampak positif mulai terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengadopsi muatan Informatika ke dalam mata pelajaran tematik. Hasil survei awal menunjukkan 90% guru sebelumnya merasa bingung mengajarkan logika koding, namun kini mereka telah berhasil menghasilkan draf modul ajar mandiri yang kontekstual dengan kondisi sekolah.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut melalui pembentukan unit ‘Literasi Digital’ internal di sekolah dan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) tingkat kecamatan agar inovasi ini dapat direplikasi oleh sekolah dasar lainnya di Kabupaten Bekasi,” tutup Dea.

Program ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Dian Nusantara dalam menjembatani kesenjangan antara tuntutan kurikulum masa depan dan realitas kompetensi guru di lapangan.

.