LangkatSumut

Wakil Ketua DPRD Langkat: RDP Terkait Hilangnya Portal Di Tanjung Pura, Akan Kembali Menggelar

LANGKAT,SUARA24.COM- Wakil Ketua DPRD Langkat, DR Donny Setha, S.T, S.H, M.H, akan segera kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dibukanya, atau hilangnya besi pembatas Portal di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut. Hal demikian dikatakannya kepada wartawan diruang kerjanya, di Gedung DPRD Langkat, Rabu (4/8/2021).

“Kita akan gelar RDP terkait masalah hukumnya. Sebab, portal itu dibuat memakai uang negara, yakni APBD Langkat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Donny menyampaikan, Portal itu dipasang untuk merawat jalan, agar jalan itu mudah terkontrol dengan kapasitas kenderaan atau tonase bawaan suatu kenderaan, sehingga kapasitas bobot jalan atau ketahanan menurut tipe jalannya itu bisa terawat.
“Portal jalan dipasang, agar jangka kerusakannya lama. Jika jalan itu di Portal dan tidak rusak selama 5 tahun, misalnya, sebut Donny Setha, maka jalan yang belum di hotmix bisa kebagian. Itukan berarti bisa menghemat APBD Langkat, dan adanya pemerataan bagi jalan yang belum di hotmix untuk dibangun,” tegas Politisi dari Partai Gerindra ini.

Informasi dirangkum awak media ini, Rabu (4/8/2021) warga di Tanjung Pura, khususnya di Jalan Terusan di Tanjung Pura, sangat mengharapkan Portal itu dipasang kembali, agar kenderaan berat yang melebihi tonase bawaan tidak melintas di jalan itu lagi.
“Kami minta Portal di Jalan Terusan, yang berbatasan dengan Kelurahan Pekan Tanjung Pura dan Desa Lalang, segera dipasang. Sebab, sudah berulang kali kenderan berat melebihi kapasitas jalan, melintasi jalan ini. Semenjak Portal jalan ini dibuka, mobil Kontainer berulang kali masuk membawa pupuk dengan kapasitas tidak sesuai beban jalan, serta kenderaan lainnya, yang sangat melebihi tonase kelas jalan ini, juga melintasi jalan” ungkap Syahrol, warga Tanjung Pura, yang diamini masyarakat setempat lainnya.
Dikatakan Syahrol, dari hari Selasa hingga hari Rabu (4/8/2021), mobil Kontainer membawa pupuk dan mobil Fuso kerap melintasi jalan ini dengan muatan yang melebihi tonase kapasitas badan jalan ini, katanya, seraya berharap, agar Portal itu tetap dipasang.

*RDP di Komisi D DPRD Langkat Bersama Masyarakat Yang Keberatan Dibuka Portal di Kecamatan Tanjung Pura*
Sebelumnya RDP oleh Komisi D DPRD Langkat, terkait portal di Tanjung Pura dibuka tanpa persetujuan DPRD, pada Senin (2/8/2021), di ruang Komisi D, gedung DPRD Langkat.

RDP Komisi D DPRD Langkat yang diketuai Surialam, S.E, mengundang pihak pemerintahan Desa Lalang, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Camat Tanjung Pura, Dishub Langkat dan perwakilan masyarakat yang keberatan dibukanya portal.
Namun sayang, RDP yang digelar Komisi D DPRD Langkat, diduga dinilai adanya keberpihakan kepada pengusaha, dan bukanya kepada masyarakat. Sebelumnya diketahui portal dibuka oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Langkat, terkait diduga adanya permintaan dari pihak pengusaha.

Pembukaan portal oleh Dishub Langkat yang disebut sebut diketahui pihak Kecamatan Tanjung Pura ini, memiliki berbagai macam alasan terkait kemauan pengusaha yang juga diduga mengatas namakan masyarakat. Diantaranya, keberadaan portal membuat kemacetan di jalan karena adanya kenderaan truk colt diesel yang mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang melakukan pasing buah dilokasi portal.
Ada juga alasan, dengan adanya portal dilakukan pasing buah sawit (TBS) dilokasi portal bisa menyebabkan kecelakaan. Bahkan keberadaan portal menyebabkan banyaknya preman yang memintai uang terhadap supir truk yang mengangkut barang.

Di ruangan yang sama, Iwan, salah satu warga ketika RDP mengatakan, agar portal itu dipasang kembali, sesuai aturan (Perda) yang ada. Dikatakanya, keberadaan portal bisa menjaga jalan Terusan di Tanjung Pura itu berkondisi baik, dan terjaga dari lintasan kenderaan yang melebihi tonase bawaan.

Ia juga mengatakan, jika kenderaan (truk) pengangkut sawit itu melakukan pasing dilokasi portal dengan kelebihan muatan, itu yang salah kenderaanya, karena tidak sesuai spesifikasi kelas jalan, dan itu harus ditindak, dan bukan disalahkan portalnya. Apalagi selama dibukanya portal ini, kenderaan kontainer membawa pupuk melenggang masuk dengan muatan yang berlebihan, dan mengangkut barang bawaannya tidak sesuai dengan kapasitas badan jalan.

Hal senada juga dikatakan Sahrul, yang merupakan warga dilokasi portal, pihaknya meminta portal itu dipasang kembali. Kenapa portal itu dibuka, bahkan pembukaan portal itu juga dilakukan pada tengah malam, katanya, seraya mengatakan ada apa ini?
Lain lagi menurut Nisa, warga setempat, pihaknya mempertanyakan kalau persoalan portal yang dibuka beralasan banyak pungli dan preman, itukan wewenangnya Polisi atau pihak yang berwajib yang menertibkan, dan jangan disalahkan portalnya, bebernya.
“Kalau soal TBS yang berlebihan itu salah supirnya, karena sudah jelas dilarang harus membawa barang bawaan tidak boleh melebihi ketinggian, kenapa dilanggar, itu yang perlu ditegaskan,” sebut Nisa.
Nisa juga mempertanyakan, kalaulah portal dipindahkan didaerah jembatan Desa Lalang, itu tidak tepat, kenapa portal dipindahkan malah kebelakang, dan bukanya kedepan lebih tepatnya, sebut Nisa.

Sementara dari beberapa anggota Dewan dalam hal ini kebanyakan anggota Komisi D DPRD Langkat, malah terkesan membela pengusaha, dengan alasan sawit yang diangkut itu punya masyarakat. Jika portal dipasang akan membuat masyarakat petani sawit resah, karena berpengaruh rendahnya harga jual sawit, dikarenakan akan dikenakan biaya angkut sawit dan biaya lainnya, seperti terjadinya biaya pungli ketika kenderaan mereka melakukan pasing buah dilokasi portal.

Amatan awak media ini, beberapa anggota dewan yang diduga berlebihan berpihak ke pengusaha yang berkeinginan portal itu dibuka diantaranya, Edi Bahagia Sinuraya Ia terkesan memaksakan portal itu dibuka.
Yang anehnya lagi, salah satu anggota Dewan (anggota Komisi D) atas nama Khaidir Syahputra, S.Pdi, yang mempertanyakan kenapa portal dibuka, serta mempertanyakan sebenarnya tiang portal itu hilang atau disimpan Dishub Langkat, terkesan tidak ada dijawab di RDP tersebut.

Yang anehnya juga, Ismail Fandi dari anggota Komisi D DPRD Langkat yang mencoba membela masyarakat agar portal itu dipasang lagi, terkesan tidak digubris pimpinan RDP, dikarena rongrongan anggota DPRD Komisi D lainnya, yang banyak bersuara untuk portal itu dibuka.
Terkesan di RDP tersebut, suara anggota DPRD Langkat yang duduk di Komisi D ini, tidak bisa berbuat banyak, atau mati kutu, padahal mereka merupakan anggota DPRD Langkat yang memiliki lumbung suara di Daerah Pemilihan (Dapil) tersebut, seperti di Kecamatan Tanjung Pura. Yang juga diketahui mereka lebih tau dan memahami daerahnya sendiri.

Suasana sempat memanas, ketika salah seorang warga Tanjung Pura bernama Nisa yang mencoba memberi masukan dan pertayaan terkait portal yang dibuka akan dilintasi mobil kontainer dan mobil truk pengangkut TBS kelapa sawit, eh, langsung dijawab dan disanggah anggota DPRD Langkat dari Komisi D, yakni Edi Bahagia Sinuraya.

Dengan bahasa dan gaya lantang (preman) mengatakan, sudah jangan dipertanyakan lagi soal mobil pengangkut sawit itu, bukan ini saja rapat yang kami kerjakan, masih banyak yang lain, bukan ini rapat anak-anak,” ketus Edi Bahagia Sinuraya, seraya meminta pimpinan RDP agar portal itu dibuka saja.(Tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close