YIHLP Menobatkan 2 Dewan Kehormatan Baru Sebagai Agenda Tahunan Evaluasi Organisasi

MEDAN,SUARA24.COM- Minggu, 6 Maret 2022, bertempat di wisma Benteng jln. Walikota, Medan. dewan Pembina YIHLP mengadakan temu ramah sesama pengurus yang dihadiri oleh Pembina, Halim Loe.SE, Djono Ngatimin.SH. sekretaris pembina, Ir.Djohan Adjuan. Badan pengawas, Kwi hoa. Ketua Umum, Johanis.SE. Bendahara Umum, Nurhayaty, Bidang Humas, Andy Lie serta beberapa tokoh Kemanusian lainnya.

Pada kesempatan ini ketua Pembina, Ade Chandra,SH.MM didampingi Sekretaris pembina YIHLP, Ir. Djohan Adjuan juga secara simbolis menyerahkan mandat pengangkatan dewan kehormatan kepada Bapak Kwik Sam Ho dan Bapak Iwan Hartono Alam, yang telah terpilih pada rapat beberapa waktu yang lalu.

Dimana kita ketahui pergantian pengurusan dalam organisasi adalah hal biasa, agar roda organisasi bisa berjalan dengan baik dan efektif, sehingga YIHLP (Yayasan Istana Harta Lima Penjuru) terus menerus mengembangkan potensi organisasi sesuai dengan amanah undang undang Yayasan, dengan evaluasi setiap tahunnya atas kinerja keanggotaan baik di tingkat badan Pembina, pengurus dan pengawas.

Dengan adanya sosok tokoh yang mempunyai dedikasi tinggi, berjiwa sosial dan bersatu persepsi lah yang mampu membawa Yayasan ke arah yang lebih berkembang ke depannya, dan itulah yang terus di lirik oleh pihak YIHLP agar visi dan misi Yayasan untuk dapat bermanfaat buat orang banyak bisa tercapai.

Dikesempatan ini Ketua Dewan Kehormatan Tetap YIHLP, dalam paparannya mengatakan terima kasih kepada keluarga besar YIHLP yang telah mengajak kami (kwik Sam Ho & Iwan Hartono Alam) bergabung ke dalam keluarga besar Yayasan, yang dimana kami ketahui sepakterjang YIHLP telah banyak berbuat untuk masyarakat, jadi kami juga bisa ikut serta dalam memberikan kontribusi baik tenaga, pikiran maupun moril.

Dan kita juga mengingatkan kepada seluruh pengurus yayasan sesuai dengan AD /ART, bahwa Pengurus tidak diperbolehkan untuk berpolitik praktis, karena kita ini adalah lembaga murni keagamaan, kebudayaan, kemanusian,dan sosial. Jadi tetap jaga kebersamaan, satukan persepsi untuk berusaha berbuat, agar mempunyai makna dalam kehidupan ini, ungkap Kwik Sam Ho mengakhiri. (Edy)

Exit mobile version