MEDAN,SUARA24.COM- Praktik perjudian jenis mesin meja ikan – ikan, dan mesin roulet yang ditempatkan di dalam ruko yang berada di jalan Platina Raya komplek Kota Baru, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara,” Selasa (10/06/2025) hingga saat ini belum tersentuh oleh hukum.
Amatan wartawan dilokasi, mobil dan kendaraan roda dua keluar masuk kearena lokalisasi perjudian tersebut. Meski sebelumnya sempat tutup, lokasi perjudian yang meresahkan warga sekitar itu ternyata masih beroperasi hingga saat ini.
Terduga bandar perjudian disebut sebut berinisial nama AK alias Aseng Kayu. Inisial AK bukanlah orang sembarangan. Terbukti, bisnis usaha ilegalnya mampu menggurita di wilayah bagian medan utara tanpa menghiraukan aparat kepolisian setempat.
Dilokasi seorang warga diwawancara wartawan bertubuh gempal yang enggan menyebutkan namanya, menuturkan bahwa dilokasi perjudian ini semua permainan disediakan mulai dari depan hingga pintu kaca bagian dalam ucapnya.
” Setau warga itu milik inisial AK dari luar hingga didalam semua jenis perjudian ada. Mulai dari mesin ikan – ikan dan mesin roulet serta lainnya disediakan ” sebutnya.
Narasumber yang identitasnya dirahasiakan itu melanjutkan, bahwa pemain perjudian bukan hanya warga labuhan saja, melainkan warga kota medan juga kerab nimbrung ke lokasi tersebut bertaruh digelanggang perjudian dengan iming – iming harapan menang.
Menariknya nama terduga bandar perjudian berinisial nama AK ini di wilayah Belawan ini tidaklah hanya di komplek kota baru platina raya saja, melainkan sejumlah lokalisasi perjudian disebut sebut kepunyaaan inisial AK tersebar di sejumlah titik di Medan Belawan.
Seperti pantauan krua awak media di Jalan Platina Raya tepatnya di dalam Komplek kota baru, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Ditemukan belasan mesin judi ikan – ikan dan mesin roulette yang ramai pemain bertaruh dan berharap menang.
Hasil wawancara ekslusif wartawan dengan pengawas lokasi berbadan tinggi yang enggan menyebutkan namanya menuturkan bahwa ini miliknya AK kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, tentang masih maraknya perjudian di wilayah ini kepada PLH Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, akan tetapi AKBP Wahyudi Rahman masih belum memberikan tanggapan resmi. Begitu juga dipertanyakan hal ini sebelumnya kepada Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP RIFI NF. TOMBOLOTUTU akan tetapi kedua petinggi di Polres Pelabuhan Belawan itu memilih enggan untuk berkomentar hingga berita ini dimuat oleh redaksi.(Red/TIM).






