Berita  

Membanggakan, Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Nasional Kemenag-LPDP

Pematangsiantar – Sebuah pencapaian bersejarah lahir dari dunia akademik Pematangsiantar. Reza Noprial Lubis, M.Pd., dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) UISU Pematangsiantar, berhasil menorehkan nama kampusnya di peta riset nasional setelah lolos sebagai penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit – MoRA The Air Funds, program hibah kompetitif bergengsi hasil kolaborasi Kementerian Agama RI (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

.

Keberhasilan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan catatan sejarah sekaligus awal di STAI UISU untuk menembus seleksi hibah kompetitif nasional. Dosen muda ini pun menjadi yang pertama, sebuah tonggak yang mengukir nama STAI UISU di kancah akademik nasional.

.

Penetapan penerima hibah tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6841 Tahun 2024, yang secara resmi menetapkan nama-nama periset terpilih dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia. Program MoRA The Air Funds sendiri merupakan angkatan perdana sejak diluncurkan pada tahun anggaran 2024, menjadikan keberhasilan ini semakin bermakna.

.

Reza tergabung dalam Tim peneliti lintas perguruan tinggi, dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sebagai institusi pengusul, menggandeng dua mitra yakni Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan dan STAI UISU Pematangsiantar. Tim peneliti diketuai oleh Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd. dari UIN Sumatera Utara, dengan Dr. Rizki Akmalia, M.Pd. dari UNIVA Medan sebagai anggota, serta Reza Noprial Lubis, M.Pd. yang membawa bendera STAI UISU Pematangsiantar dalam kolaborasi riset bergengsi ini.

.

Yang membuat pencapaian ini kian memukau, riset tersebut kini telah hampir rampung dengan sejumlah luaran ilmiah yang konkret. Tim peneliti telah menghasilkan buku ber-ISBN, dua artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, serta kekayaan intelektual yang telah terdaftar secara resmi. Sebagai pelengkap, sebuah policy brief turut disusun sebagai kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan, dan proses publikasi di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus saat ini tengah berjalan.

.

Jejak akademik dosen asal Pematangsiantar ini memang bukan tanpa dasar yang kuat. Di luar aktivitas riset, ia juga dikenal sebagai reviewer jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 pada penerbit Frontiers in Education, sebuah posisi yang hanya dipegang oleh sedikit akademisi Indonesia, khususnya dari perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa.

.

Keberhasilan menembus program yang pada tahun 2024 hanya mendanai 47 tema penelitian dari 201 periset lintas 20 perguruan tinggi keagamaan seluruh Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa daya saing akademik tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya sebuah institusi. STAI UISU Pematangsiantar kini berdiri sejajar dengan perguruan tinggi keagamaan terkemuka lainnya di panggung riset nasional.