MEDAN,SUARA24.COM- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dari berbagai aliansi melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut) yang berada di Jalan Jalan Yos Sudarso, Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Kehadiran mahasiswa di kantor PLN tersebut membawa sejumlah aspirasi yang dianggap mengabaikan hak masyarakat selama ini hingga menuntut Jenderal Manager PLN UID Sumut dicopot dari jabatannya.
Adapun bentuk pemadaman listrik beberapa waktu lalu dianggap masyarakat sebagai bentuk kelalaian pihak PLN, namun hingga saat ini belum ada bentuk pertanggungjawaban yang nyata berupa dispensasi yang diberikan kepada masyarat.
Tidak hanya itu, disampaikan oleh Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut Rahmat Situmorang bahwa, terdapat sejumlah titik dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke tambang bitcoin yang merugikan keuangan negara, namun diduga oknum pihak PLN sengaja menutupi persoalan tersebut.
” Kita secara tegas meminta pihak PLN UID Sumut untuk menindaklanjuti tuntutan dari kami yaitu melakukan investigasi di beberapa titik dugaan pencurian arus listrik yang telah kami sertakan dan berkoordinasi dengan APH untuk memberikan tindak lanjut hukum yang berarti” tandas Rahmat Situmorang, Rabu (03/06/2026).
Aksi Mahasiswa ini juga menuntut pihak PLN UID Sumut untuk bertanggung jawab secara moril maupun materil terkait dampak pemadaman listrik total (Blackout).
” Dengan memberikan kompensasi terhadap pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman listrik total (Material) dan mendesak UID PLN Sumut untuk mundur dari jabatannya (Moril) ”
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut sempat kecewa atas lambatnya pihak PLN UID Sumut merespon dan menemui mahasiswa tersebut hingga sempat terjadi dorong – dorong pagar hingga pembakaran ban tepat di pintu gerbang PLN UID Sumut.
Sementara itu, perwakilan PLN UID Sumatera Utara, yang belakangan menemui aksi massa mengatakan apresiasi terhadap kegiatan demonstrasi yang dilakukan di depan kantor UID PLN.
Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas para terduga pelaku pencurian arus listrik dan menyarankan untuk memberikan bukti foto dan videonya ujarnya kepada kelompok aksi.
Sementara itu, terkait blackout menurutnya pihak PLN Pusat telah melakukan tindakan sesuai prosedur perundang undangan, dan masih diproses mengenai blackout, katanya menjawab aksi tersebut.
Dilain sisi, hasil investigasi kru media ini sebelumnya, tambang bitcoin yang diduga mencuri arus listrik ditemukan di Jalan Binjai Km 11 dan 14, Jalan Gaperta, Klambir V dan di Kawasan Jalan Danau Singkarak, Kota Medan.
Jalan Setia Budi Pasar II, Jalan Setia Luhur (Plaza milenium) Jalan Masjid Setia Budi, Jalan Gaperta, Klambir V, Jalan Medan-Binjai, Jalan Swadaya Kampung Lalang, Jalan Jamin Ginting (Dekat simpang tuntungan).
Selanjutnya, juga di temukan pengoperasian tambang bitcoin diduga mencuri arus listrik di Amplas tepatnya di sekitaran SMK Taruna Tekno Nusantara, Kelurahan Tanjung Rejo Sunggal, Jalan Petunia IV.
Berlanjut di Jalan kapten Sumarsono serta di Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan di Jalan Sei Rotan/Jalan Medan Batang Kuis, serta yang berada di Jalan Pendidikan Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Ironisnya, pasca disorot publik, pihak ULP PLN Medan Sunggal mengaku telah menindak aliran listrik ke Rumah Toko (Ruko) yang berada persis disamping Plaza Milenium yang diduga dipasok ke tambang bitcoin. Akan tetapi, temuan penyelewengan arus listrik itu, hanya berakhir pada pemutusan arus aliran listrik saja tanpa kejelasan mengenai siapa dalang pencurian arus listrik serta sejauh mana pertanggungjawaban bagi oknum yang kepergok mencuri arus listrik tersebut.
Sebagaimana diutarakan oleh Manager ULP Medan Sunggal Elis Nainggolan diwakilkan oleh Team Leader bernama Evriadi mengenai dugaan pencurian arus listrik yang berada di Jalan Setia Luhur, Kapten Muslim, tepatnya di Rumah Toko (Ruko) samping Plaza Milenium mengatakan sudah dua kali melakukan pemutusan arus listrik, dan setelah ramai pemberitaan dilakukan pemutusan arus listrik kembali untuk yang ketiga kalinya.
” Sudah dua kali kami kesana, kemarin itu memang infonya ada penyambungan arus listrik tanpa meteran. Pas kesana itu gak ada orang disana, bahkan sebelum lebaran juga kami sudah kesana tapi belum nyambung. Kalau terbukti, pasti akan kami tindak. Ada sanksi dan denda sesuai aturan,” tegasnya kepada kru media ini.
Keterangan ULP PLN Medan Sunggal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang sekuriti yang enggan dicatut namanya dalam pemberitaan yang menyaksikan pemutusan arus listrik tersebut membeberkan bahwa benar petugas PLN memutus kabel listrik ke dalam Ruko tersebut.
” Ada ramai kemarin pemutusan arus listrik itu, ada pihak PLN ada juga berseragam Polisi disitu, dengar – dengar mencuri arus listrik ” ujar sumber mengenakan seragam security itu. (Red/TIM).






